Imunisasi Anak Sekolah Kembali Digelar di Labuan Bajo Pascagempa

Penulis: Deni Kurniawan  •  Selasa, 22 September 2026 | 09:22:31 WIB
Petugas kesehatan memberikan imunisasi kepada siswa sekolah dasar dalam program BIAS di Labuan Bajo.

KALIMANTAN SELATAN — Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kembali digelar di Labuan Bajo setelah sempat tertunda akibat gempa Flores. Siswa menerima vaksin untuk melindungi mereka dari sejumlah penyakit. Ibu di seluruh Indonesia bisa menyimak bagaimana proses pemulihan layanan kesehatan anak berjalan di wilayah pascabencana.

Gempa Flores sempat membuat sejumlah layanan kesehatan di Labuan Bajo terhenti, termasuk jadwal imunisasi rutin anak sekolah. Kini kegiatan itu berangsur normal kembali.

Pemulihan layanan imunisasi menjadi kabar baik bagi orang tua yang sempat khawatir anaknya melewatkan vaksin wajib. Pemerintah dan petugas kesehatan bergerak cepat memastikan anak-anak tetap terlindungi.

Mengapa Imunisasi Anak Sekolah Sempat Tertunda

Gempa Flores mengganggu berbagai aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar mengajar dan pelayanan kesehatan di sekolah. Kondisi bangunan serta akses menuju fasilitas kesehatan menjadi pertimbangan utama sebelum program bisa dijalankan lagi.

Penundaan ini bukan hal sepele. Anak usia sekolah adalah kelompok yang rentan terhadap penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, seperti campak, rubella, dan difteri.

Vaksin Apa Saja yang Diberikan dalam BIAS

BIAS adalah program imunisasi rutin yang menyasar siswa sekolah dasar. Vaksin yang diberikan disesuaikan dengan usia dan jadwal nasional.

  • Imunisasi campak dan rubella untuk melindungi dari penyakit menular.
  • Imunisasi difteri dan tetanus untuk mencegah infeksi berbahaya.
  • Vaksin tambahan sesuai kebutuhan wilayah dan rekomendasi dinas kesehatan.

Setiap vaksin diberikan oleh petugas terlatih dengan pengawasan tenaga kesehatan setempat. Orang tua biasanya mendapat pemberitahuan lebih dulu sebelum anak diimunisasi.

Peran Orang Tua Setelah Imunisasi Digelar Lagi

Kehadiran orang tua tetap penting meski program berjalan di sekolah. Pastikan anak dalam kondisi sehat saat diimunisasi, dan beri tahu petugas jika anak sedang demam atau punya riwayat alergi.

Setelah imunisasi, beberapa anak mungkin mengalami demam ringan atau nyeri di lokasi suntikan. Gejala ini umumnya hilang dalam satu hingga dua hari.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Segera hubungi dokter jika anak mengalami demam tinggi yang tidak turun, pembengkakan berat di area suntikan, atau reaksi alergi seperti sesak napas dan ruam menyeluruh. Bawa buku imunisasi anak agar riwayat vaksinnya tercatat rapi.

Kembalinya BIAS di Labuan Bajo menunjukkan layanan kesehatan anak perlahan pulih pascagempa. Bagi ibu, memastikan anak mendapat imunisasi lengkap adalah langkah sederhana yang berdampak panjang untuk kesehatannya.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top