HULU SUNGAI SELATAN — Pembagian masker menyasar peserta kegiatan dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Langkah itu disebut sebagai upaya sederhana melindungi masyarakat dari paparan asap sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama musim karhutla.
Kartoyo menekankan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai kesiapsiagaan warga menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat asap.
Menurut Kartoyo, warga perlu saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap. Ia menyebut semangat gotong royong tidak hanya penting untuk mencegah karhutla, tetapi juga menjaga keselamatan bersama.
"Yang penting masyarakat tetap siap siaga dan saling peduli menghadapi karhutla," ujar Kartoyo.
Ia menambahkan bahwa gotong royong menjadi modal sosial utama dalam menghadapi dampak karhutla di wilayah Hulu Sungai Selatan dan sekitarnya.
"Gotong royong dan saling peduli penting dalam menghadapi karhutla," tambahnya.
Babinsa Desa Madang, M. Sukarno, menyatakan edukasi mengenai karhutla dan cara menjaga kesehatan telah dilakukan kepada masyarakat. Warga juga terus didorong meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
Edukasi tersebut mencakup langkah-langkah praktis melindungi diri dari paparan asap, seperti penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pendampingan dilakukan agar warga memahami risiko kesehatan akibat kabut asap.
Kartoyo berharap kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, hal itu tidak hanya penting untuk mencegah karhutla, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.
Pembagian masker di Desa Madang menjadi salah satu bentuk nyata dari ajakan tersebut. Warga yang menerima masker diharapkan dapat melindungi diri sekaligus mengingatkan tetangga dan keluarga tentang pentingnya kewaspadaan selama kondisi udara terdampak asap.