KANDANGAN — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Desy Oktavia Sari menekankan bahwa masyarakat perlu cermat memilah informasi agar perhatian terhadap isu yang ramai di ruang digital tidak menggeser kepedulian terhadap kondisi di lingkungan sendiri. Perempuan yang akrab disapa Via itu menyampaikan pesan tersebut di hadapan warga Desa Jarau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dalam kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV).
Menurut Via, Pancasila dapat menjadi pijakan masyarakat dalam menghadapi perkembangan informasi yang begitu cepat. Selain mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, warga juga perlu menjaga sikap agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi perselisihan.
Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan, kehidupan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai Pancasila. Nilai tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar.
"Kita boleh mengikuti apa yang sedang ramai, tetapi jangan sampai perhatian kita habis di sana. Masih banyak persoalan di sekitar kita yang membutuhkan kepedulian dan kerja bersama," kata Via.
Kondisi lingkungan di Hulu Sungai Selatan juga menunjukkan pentingnya membangun kepedulian bersama. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang membutuhkan kesiapsiagaan serta kerja sama masyarakat untuk mencegah dan mengurangi dampaknya.
Melalui kegiatan SOSREV, ia berharap warga tidak hanya memahami Pancasila sebagai hafalan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi ini menyasar desa-desa di HSS sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai kebangsaan di tingkat akar rumput.