KALIMANTAN SELATAN — Toyota menjatuhkan karavan seberat 760 kilogram tepat ke atas kabin Hilux listrik generasi terbaru, mengulang aksi ikonik Top Gear 2003. Pengujian ini jadi pembuktian apakah platform EV Toyota mampu menahan beban ekstrem yang selama ini jadi reputasi Hilux versi mesin bakar. Hasilnya jadi pertanyaan besar: seberapa tangguh EV melawan kompetitor asal China?
Pengujian dilakukan di sirkuit tertutup dengan karavan yang diangkat menggunakan crane sebelum dilepaskan ke atap kabin Hilux listrik. Aksi ini bukan sekadar stunt pemasaran, melainkan bagian dari kampanye Toyota untuk membuktikan durabilitas platform EV-nya di segmen pikap.
Yang menarik, Toyota tidak menentukan sendiri jenis pengujian. Perusahaan menyerahkan pilihan kepada komunitas Reddit di Inggris: dihantam bola penghancur seberat satu ton atau dijatuhi karavan. Komunitas memilih opsi kedua, membuka jalan bagi Toyota untuk mengulang momen legendaris yang pernah dilakukan Top Gear lebih dari dua dekade lalu.
Pada 2003, Top Gear melakukan serangkaian upaya untuk menghancurkan Toyota Hilux model lama. Mulai dari menabrakkannya ke berbagai objek, menenggelamkannya ke laut, menghantamnya dengan bola penghancur, hingga menjatuhkan karavan ke atasnya.
Meski menerima perlakuan ekstrem tersebut, Hilux generasi lama tetap bisa berfungsi. Reputasi "kendaraan yang hampir mustahil dihancurkan" pun melekat pada nama Hilux selama bertahun-tahun. Kini, Toyota ingin membuktikan apakah Hilux listrik generasi terbaru bisa mewarisi reputasi tersebut.
Keputusan Toyota menyerahkan skenario pengujian ke komunitas Reddit menunjukkan pendekatan pemasaran yang berbeda. Alih-alih menggelar uji internal tertutup, pabrikan asal Jepang itu membuka partisipasi publik untuk menentukan tingkat kekerasan pengujian.
Langkah ini sekaligus menjawab keraguan sebagian konsumen terhadap ketangguhan kendaraan listrik. Banyak yang mempertanyakan apakah platform EV—dengan baterai dan struktur rangka yang berbeda—mampu menandingi durabilitas pikap konvensional.
Tantangan terbesar kendaraan listrik bukan hanya soal tenaga atau torsi instan, tapi juga ketahanan struktur terhadap benturan ekstrem. Baterai yang terpasang di lantai kendaraan menambah bobot sekaligus mengubah distribusi beban saat menerima hantaman dari atas.
Dalam konteks pasar Indonesia, segmen pikap masih didominasi mesin diesel seperti Hilux, Ranger, dan Triton. Kehadiran pikap listrik—termasuk dari merek China seperti BYD dan GWM—memunculkan pertanyaan baru soal ketangguhan di medan kerja berat.
Hilux listrik menjadi salah satu model yang paling ditunggu di segmen pikap elektrik. Toyota belum merilis tanggal peluncuran resmi maupun harga untuk pasar Indonesia. Namun, pengujian ini setidaknya memberi sinyal bahwa Toyota serius menggarap segmen pikap EV.
Di sisi lain, merek China seperti BYD dan GWM terus memperluas lini kendaraan listrik mereka, termasuk di segmen pikap. Persaingan di kategori ini diprediksi memanas dalam dua hingga tiga tahun ke depan, terutama jika harga pikap listrik mulai mendekati versi diesel.
Pengujian karavan 760 kg ini belum bisa dijadikan patokan final soal ketangguhan Hilux listrik. Yang jelas, Toyota ingin mengirim pesan bahwa nama Hilux tetap identik dengan durabilitas—meski jantungnya sudah beralih dari mesin bakar ke motor listrik.
Pembuktian sesungguhnya baru akan terlihat saat Hilux listrik resmi dijual dan diuji di medan kerja nyata. Sampai saat itu, klaim "tak bisa dihancurkan" masih sebatas warisan reputasi, bukan hasil uji independen.