BANJARMASIN — Harmoni Legislatif yang digagas DPM ULM bersama Sema UIN Antasari Banjarmasin bertujuan memperkuat jejaring antarlembaga legislatif kampus. Acara berlangsung di Gedung General Building Lecture ULM Banjarmasin, Kamis (8/10/2026), dan dibuka Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr Muamad Rusmin Nuryadin, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Antasari Banjarmasin, Dr Irfan Noor.
Rusmin menyampaikan harapannya agar forum tersebut menghasilkan gagasan bersama untuk kemajuan masing-masing perguruan tinggi dan daerah.
"Kami berharap dengan adanya acara Harmoni Legislatif ini akan melahirkan karya dan ide-ide yang dihasilkan secara bersama untuk kemajuan perguruan tinggi, masing-masing, maupun kemajuan daerah," ujarnya.
Ketua Umum DPM ULM, Muhammad Dimas Kurniawan, menyoroti masih banyaknya mahasiswa dan masyarakat yang belum membedakan fungsi legislatif kampus dengan badan eksekutif mahasiswa. Menurut dia, BEM berperan sebagai eksekutif yang menjalankan kegiatan, sementara DPM dan Sema berfungsi mengawasi, mengontrol, dan membuat produk hukum di kampus.
"Kami juga ingin agar masyarakat tahu antara DPM dan Sema Kampus dengan BEM. Kalau BEM itu eksekutif atau yang melaksanakan kegiatan di kampus, sedangkan kami merupakan legislatif yang mengawasi, mengontrol, dan juga membuat sebuah produk hukumnya," tandas Dimas.
Mahasiswa Fakultas Hukum ULM itu menambahkan, Harmoni Legislatif menjadi ruang bagi legislatif kampus untuk memposisikan diri, baik di lingkungan kampus, masyarakat, maupun dalam konteks kenegaraan.
Dimas menyebut salah satu keluaran yang diharapkan dari forum ini adalah kesepakatan antar-DPM dan Sema dalam menampung serta menyampaikan aspirasi. Isu yang diangkat tidak terbatas pada persoalan internal kampus, tetapi juga masalah masyarakat yang perlu diteruskan ke pemerintah.
"Agar nantinya DPM dan Sema bisa menampung dan menyampaikan isu-isu maupun masalah baik di kampus dan masyarakat untuk disampaikan ke kampus maupun pemerintah," tandasnya.
Rusmin menilai keberadaan lembaga legislatif mahasiswa penting sebagai pengontrol jalannya eksekutif di kampus. Ia mendorong DPM dan Sema dari berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin dan Banjarbaru untuk terus disatukan dalam forum serupa secara rutin dengan lokasi pelaksanaan yang bergantian.
Ketua Umum Senat Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin, Ahmad Muzzammil Ihsan, menyebut peserta yang hadir berasal dari DPM ULM, Sema UIN Antasari, Poltekes, dan Poliban Banjarmasin. Panitia telah mengirim undangan ke senat mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin dan Banjarbaru, namun sebagian menyampaikan berhalangan hadir.
"Sebenarnya kami sudah mengirim undangan ke senat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kotabaru Banjarmasin dan Banjarbaru, tapi ada menyampaikan berhalangan hadir," paparnya.
Meski tidak semua perwakilan hadir, Muzzammil berharap forum ini menjadi ajang saling aju banding dan melengkapi antarinstansi legislatif perguruan tinggi. Ia juga mendorong Harmoni Legislatif digelar rutin dengan peserta lebih banyak dari kampus di Banjarmasin dan Banjarbaru.
"Kami juga berharap kegiatan harmoni legislatif digelar secara rutin dengan pesertanya lebih banyak dan dihadiri Sema perguruan yang ada di Banjarmasin dan Banjarbaru," tandasnya.