BANJARMASIN — Dana klaim asuransi Allianz yang dipersiapkan almarhum H. Rudy Ariffin untuk dana pendidikan cucunya, Amanda, akhirnya cair. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Leader Asuransi Allianz, Nurhidayah, kepada Amanda selaku ahli waris yang tercantum dalam polis.
Amanda menyambut pembayaran klaim itu dengan rasa haru. Ia mengaku tidak menyangka sang kakek tetap memikirkan masa depannya di tengah kesibukan sebagai kepala daerah.
Bagi Amanda, polis asuransi yang ditinggalkan almarhum bukan sekadar produk keuangan. Ia menyebutnya sebagai salah satu bentuk perhatian dan kasih sayang sang kakek yang akan selalu dikenang.
“Alhamdulillah, saya terharu. Semoga ini menjadi ladang amal Kai (panggilan Kakeh almarhum H. Rudy Ariffin) yang sudah meninggalkan kami semua,” ungkap Amanda dengan mata berkaca-kaca.
Dalam tradisi keluarga Banjar, sosok kakek atau "Kai" memang punya peran penting dalam membentuk masa depan cucu. Perhatian almarhum lewat polis asuransi itu menjadi salah satu wujudnya.
Nurhidayah menjelaskan, pihaknya mendampingi keluarga pemegang polis sejak pengajuan hingga pembayaran klaim. Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Ini memang sudah menjadi kewajiban kami. Apa yang kami lakukan semata-mata untuk membantu dan memberikan pelayanan kepada keluarga pemegang polis,” ujarnya.
Menurut Nurhidayah, pembayaran klaim dilakukan kepada ahli waris yang tercantum dalam polis. Prosesnya baru berjalan setelah seluruh persyaratan dan administrasi dinyatakan lengkap.
Pengajuan klaim dilakukan sekitar sepekan lalu melalui Kantor Cabang Allianz di Jalan Ahmad Yani Km 2 Banjarmasin. Setelah administrasi rampung, dana klaim ditransfer ke rekening ahli waris sesuai nama yang tertera dalam polis.
H. Rudy Ariffin menjabat Gubernur Kalimantan Selatan dua periode, 2005–2010 dan 2010–2015. Ia dikenal sebagai tokoh yang mendorong pembangunan infrastruktur dan pendidikan di provinsi itu.
Pembayaran klaim ini menutup proses yang sempat dinanti keluarga. Dana yang disiapkan almarhum kini resmi menjadi bekal pendidikan Amanda, cucu yang sempat ia pikirkan di sisa hidupnya.