KALIMANTAN SELATAN — Sebanyak 63% ibu hamil di Indonesia mengaku mual saat makan nasi di trimester pertama, menurut poll komunitas theAsianparent dengan lebih dari 30.000 responden. Kalau Bunda sedang hamil 11 minggu dan mencium aroma nasi hangat saja sudah bikin perut bergejolak, artikel ini merangkum penyebabnya, pengganti nasi yang aman, sampai tanda bahaya yang perlu ke dokter.
Mual terhadap nasi di usia kehamilan 11 minggu bukan sugesti atau sikap berlebihan. Lonjakan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) di trimester pertama memengaruhi pusat mual di otak sekaligus membuat indra penciuman jadi jauh lebih sensitif dibanding biasanya.
Nasi yang baru dimasak mengeluarkan uap dan aroma cukup pekat. Bagi ibu hamil muda, aroma itu bisa langsung memicu refleks mual bahkan sebelum sendok pertama menyentuh mulut.
Sebagian Bunda melaporkan cukup melihat foto nasi di layar ponsel pun sudah terasa mual. Keluhan ini umumnya mereda setelah minggu ke-12 hingga ke-14, saat kadar hCG mulai stabil. Sebagian kecil ibu hamil mengalaminya sampai trimester kedua.
Tidak makan nasi selama hamil tidak berbahaya, asal kebutuhan karbohidrat harian tetap terpenuhi dari sumber lain. Yang dibutuhkan janin adalah energi dan nutrisi, bukan nasi secara spesifik.
Dokter di komunitas Alodokter menegaskan ibu hamil tidak harus makan nasi jika nasi membuatnya semakin mual. Memaksakan diri lalu muntah justru kontraproduktif karena tubuh tidak menyerap nutrisi apa pun.
Pilihan pengganti nasi di Indonesia cukup banyak dan mudah ditemukan di pasar maupun minimarket terdekat.
Konsep tiga kali makan sehari sebaiknya dilupakan dulu untuk sementara. Perut kosong justru memperparah mual karena asam lambung tidak punya apa-apa untuk dicerna.
Makan setiap 2–3 jam dalam porsi kecil, dan siapkan camilan kering di meja tidur untuk dimakan sebelum bangun pagi. Minum air di antara waktu makan, bukan bersamaan dengan makan besar.
Hindari memasak sendiri jika aroma dapur memicu mual. Makanan dingin atau bersuhu ruang biasanya lebih mudah diterima dibanding makanan hangat yang aromanya menyengat.
Mual dan tidak nafsu makan nasi umumnya normal. Tapi segera hubungi dokter atau bidan jika Bunda tidak bisa makan atau minum apa pun lebih dari 24 jam, muntah 3–4 kali sehari selama beberapa hari berturut-turut, atau urine berwarna gelap pekat.
Waspadai juga penurunan berat badan lebih dari 1–2 kg dalam waktu singkat, pusing sampai tidak bisa berdiri, dan adanya darah dalam muntahan. Kondisi ini bisa mengarah ke hiperemesis gravidarum yang butuh penanganan medis, kadang termasuk cairan infus di rumah sakit.
Nasi dingin atau nasi sisa kulkas terasa lebih mudah diterima karena aromanya jauh berkurang. Nasi tim atau bubur dengan kuah bening juga lebih bisa masuk dibanding nasi putih biasa.
Menambahkan perasan jeruk nipis atau irisan jahe ke air minum membantu meredakan mual ringan. Jahe memang punya bukti ilmiah sebagai pereda mual, meski efeknya bervariasi tiap orang.
Minta pasangan yang memasak nasi agar Bunda tidak perlu terpapar uapnya, dan hindari tempat makan yang penuh aroma menyengat seperti warung nasi padang.
Yang terpenting, tetap penuhi asupan protein, sayuran, dan buah di luar sumber karbohidrat pilihan Bunda. Selama berat badan terpantau baik di pemeriksaan rutin dan Bunda tidak dehidrasi, mual terhadap nasi hanyalah fase sementara yang akan berlalu.