BANJAR — Kepala Seksi Humas RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto, menyatakan pemindahan puluhan pasien itu merupakan langkah antisipasi terhadap karhutla yang muncul di sekitar fasilitas kesehatan jiwa tersebut. Api tidak sampai merembet ke gedung utama tempat pasien menjalani perawatan.
Para pasien dipindahkan ke ruangan Napza karena lokasinya dinilai lebih aman dari titik panas. Pemilihan ruangan itu mempertimbangkan jarak dari sumber api, bukan jenis layanan yang diberikan.
Mengapa Pasien Tidak Langsung Dibawa Keluar Kawasan RSJ
Budi menjelaskan evakuasi ke luar kompleks rumah sakit membutuhkan persiapan dan pengamanan yang jauh lebih rumit. Pasien RSJ Sambang Lihum tergolong pasien khusus yang butuh tempat luas serta pengawasan lebih mendalam selama proses pemindahan.
"Untuk sementara masih di internal kami, hampir 40 pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman dan tidak dekat dengan titik api," kata Budi.
Meski dipindahkan, pasien tetap mendapat pengawasan dan pelayanan optimal. Rumah sakit juga mengamankan area belakang kawasan untuk mencegah api menjalar ke lokasi perawatan.
"Kami tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial apabila kondisi lapangan berkembang, jika diperlukan evakuasi ke luar kawasan rumah sakit, termasuk menyiapkan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien," ucap Budi.
Api di Lahan Gambut Dilokalisasi, Pantauan Drone Tunjukkan 9 Hektare Terbakar
Polda Kalimantan Selatan melokalisasi kebakaran hutan dan lahan yang mendekati RSJ Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan pihaknya mengurung area kebakaran agar api tidak menjalar hingga mendekati rumah sakit.
Pantauan drone menunjukkan luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar sembilan hektare. Petugas menggunakan cairan surfaktan Pyrox Presisi untuk memperkuat pemadaman di lahan gambut.
Pyrox Presisi merupakan konsentrat pemadam kebakaran lahan gambut yang diproduksi Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. Penggunaan cairan ini disesuaikan dengan karakter tanah gambut yang mudah menyimpan bara di bawah permukaan.
Kondisi Titik Api Mereda, Petugas Tetap Lakukan Pembasahan
Berdasarkan pembaruan terakhir, kondisi titik api di sekitar kawasan rumah sakit telah mereda. Petugas tetap melakukan pembasahan untuk memastikan api dan titik panas benar-benar padam.
Langkah itu sekaligus mencegah munculnya kembali ancaman karhutla di area yang sama. Budi berharap kondisi karhutla dapat segera teratasi sepenuhnya sehingga pasien tidak perlu dievakuasi keluar kawasan.