BANJARMASIN — Program "JuDesa" atau Jembatan untuk Desa menjadi jalur Pemprov Kalsel menangani jembatan di tingkat desa dan kelurahan, bukan hanya jembatan besar. Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kalsel, Misna Uttri Wiharti, menyebut penanganan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan skala prioritas.
Dari hasil verifikasi itu, Kota Banjarmasin masuk sebagai lokasi penanganan tahun anggaran 2026. Selain Banjarmasin, program yang sama menetapkan masing-masing satu jembatan box untuk Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Barito Kuala.
Jalur Alternatif Sungai Lulut Jadi Prioritas Anggaran Perubahan 2026
Penanganan di Banjarmasin akan memakai anggaran perubahan 2026. Fokusnya jalur alternatif Sungai Lulut, lokasi yang dinilai paling mendesak untuk ditangani lebih dulu.
"Untuk tahun ini, melalui anggaran perubahan 2026, kita mencoba menangani terlebih dahulu lokasi yang menjadi urgensi, yaitu di jalur alternatif Sungai Lulut," ujar Misna.
Perbaikan menyasar jembatan box di jalur alternatif tersebut. Salah satu jembatan yang menjadi perhatian memiliki lebar eksisting sekitar lima meter.
Perbaikan Sementara Disiapkan Sebelum Pembangunan Permanen
Pekerjaan di jalur alternatif bukan penanganan akhir. Misna menyebut langkah ini sebagai persiapan akses jalan sebelum pembangunan jembatan permanen pada tahun berikutnya.
"Sehingga tahun depan kita dapat melaksanakan penanganan permanennya. Artinya, ketika pembangunan permanen dilaksanakan, jalur alternatif sudah siap digunakan," jelasnya.
Kesiapan jalur alternatif dinilai penting agar pembangunan permanen nanti tidak memutus akses warga sekitar.
PUPR Kalsel Masih Koordinasi dengan Pemkot Banjarmasin
Proses persiapan teknis belum sepenuhnya rampung. Dinas PUPR Kalsel masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memastikan rencana bisa berjalan tanpa hambatan.
"Kita masih melaksanakan koordinasi dengan Pemkot. Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga jembatan tersebut bisa dilaksanakan perbaikan," kata Misna.
Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib melalui Misna menyatakan program JuDesa mendorong peningkatan konektivitas wilayah perdesaan. Penanganan jembatan dilakukan bertahap sesuai rencana dan kemampuan anggaran daerah.