Pencarian

Ustadz Luthfi Syarkawi Ingatkan Jamaah Masjid Assa'adah Banjarmasin soal Kebersihan dan Larangan Adu Domba

Minggu, 27 September 2026 • 11:06:32 WIB
Ustadz Luthfi Syarkawi Ingatkan Jamaah Masjid Assa'adah Banjarmasin soal Kebersihan dan Larangan Adu Domba
Ustadz Haji Luthfi Syarkawi Thayib menyampaikan tausyiah usai Shalat Subuh di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin.

Ustadz Haji Luthfi Syarkawi Thayib mengingatkan jamaah Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tentang pentingnya kebersihan setelah buang air kecil dan bahaya adu domba. Tausyiah disampaikan usai Shalat Subuh, Sabtu, dalam kajian rutin "Kalam Hikmah" Ibnu Athaillah Askandari. Kedua perkara itu, menurutnya, bisa mendatangkan siksa kubur.

BANJARMASIN — Dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Ustadz Haji Luthfi Syarkawi Thayib menyoroti dua hal yang sering dianggap remeh oleh banyak orang: kebersihan setelah kencing dan kebiasaan mengadu domba. Keduanya dibahas lewat kisah Rasulullah Muhammad SAW bersama para sahabat.

Ustadz Luthfi menuturkan, suatu ketika Rasulullah SAW berjalan di kebun kurma bersama sahabat. Baginda mendengar dua tangisan seperti orang kesakitan dari dalam kubur.

Rasulullah lalu bertanya kepada sahabat apakah mereka mendengar dua tangisan itu. Para sahabat menjawab tidak mendengar dan balik bertanya apa gerangan yang membuat kedua orang dalam kubur menangis.

Dua Penyebab Siksa Kubur dalam Kisah Rasulullah SAW

Baginda Rasul menerangkan, orang pertama menangis karena siksa kubur akibat kurang bersih membersihkan diri sesudah kencing dan melaksanakan shalat. Orang kedua mendapat siksa kubur karena suka mengadu domba.

"Tak bersih sesudah kencing (buang air kecil) serta suka 'anjur atar' (mengadu domba) orang bisa dapatkan siksa kubur," ujar Ustadz Luthfi di hadapan jamaah.

Istilah "anjur atar" yang dipakai Ustadz Luthfi merujuk pada kebiasaan memindahkan pembicaraan dari satu orang ke orang lain untuk memicu perselisihan. Dalam masyarakat Banjar, perilaku ini dikenal sebagai salah satu penyakit lisan yang paling merusak hubungan sosial.

Khalwat sebagai Jalan Menjauhi Omongan Tak Bermanfaat

Menurut ustadz keluaran Pondok Pesantren Darussalam Martapura itu, orang yang suka adu domba umumnya senang berbicara dengan orang lain tanpa isi yang jelas. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan khalwat, yakni beramal ibadah menyendiri.

"Guna menghindari ngomong yang bukan-bukan dengan orang lain diantaranya dengan cara melakukan 'khalwat' (beramal ibadah menyendiri)," ujar ustadz yang pernah menimba ilmu agama ke Pulau Jawa tersebut.

Ia menjelaskan, khalwat berarti mengasingkan diri dari pergaulan dengan orang banyak. Tujuannya hanya untuk kepentingan diri pribadi yang bersangkutan, tanpa lagi memikirkan persoalan sosial kemasyarakatan.

"Memang faedah khalwat antara lain selamat dari bahaya lidah atau omongan-omongan tak ada manfaat buat kemaslahatan umat," ujar Ustadz Luthfi.

Shalawat Malaikat sebagai Ganti Omongan Tak Berguna

Sebelum mengakhiri tausyiah, Ustadz Luthfi menganjurkan jamaah memperbanyak membaca shalawat dibanding berbicara yang tidak berguna. Ia menyebut shalawat Malaikat sebagai bacaan paling mudah dan singkat yang biasa dibaca sehari-hari.

"Shalawat yang paling mudah dan singkat yaitu shalawat Malaikat yang sering sehari-hari kita baca," demikian Ustadz H Luthfi Syarkawi Thayib.

Kajian rutin "Kalam Hikmah" yang membahas kitab Ibnu Athaillah Askandari, filosof dunia Islam dari Mesir sekitar abad XII, menjadi wadah tausyiah tersebut. Jamaah Masjid Assa'adah mengikuti kajian ini secara rutin setelah Shalat Subuh.

Follow www.kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks