BANJARBARU — Ketua Gatriwara Provinsi Kalsel Hj Faridah Supian HK menilai pelaku usaha perempuan butuh penguatan kapasitas agar mampu bersaing di pasar yang semakin ketat. Penilaian itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Rakerda IV DPD IWAPI Kalsel. Faridah datang didampingi Wakil Ketua Gatriwara Kalsel Hj Rubiaty Herlina Kartoyo beserta jajaran pengurus.
Menurut Faridah, sertifikasi bukan sekadar administrasi. Sertifikat usaha membuka akses pelaku UMKM perempuan ke pembiayaan bank, program pemerintah, hingga kerja sama dengan jaringan ritel dan hotel di Banjarbaru dan Banjarmasin.
Sertifikasi Jadi Pintu Masuk ke Pembiayaan dan Pasar Lebih Luas
Faridah menyebut perempuan memegang peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui UMKM. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan perlu didukung lewat sertifikasi, inovasi, pembinaan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Perempuan memiliki peran strategis dalam mengembangkan UMKM dan turut menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, kolaborasi dan sinergitas perlu terus diperkuat agar pelaku usaha perempuan semakin maju, mandiri, dan mampu meningkatkan daya saing," ujarnya.
Ia berharap Rakerda IV IWAPI menghasilkan program kerja yang konstruktif, inovatif, dan berkelanjutan. Program itu dinilai perlu memberi manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas dan kemajuan perempuan pelaku usaha di Kalsel.
Pemprov Kalsel Ingin Lebih Banyak Perempuan Terjun ke Dunia Usaha
Gubernur Kalsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Adi Santoso berharap semakin banyak perempuan yang terjun ke dunia usaha. Menurutnya, mereka bisa menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah.
"Harapannya, semakin bertambah pengusaha-pengusaha wanita di Provinsi Kalimantan Selatan sebagai motor penggerak ekonomi. Untuk itu, diperlukan inovasi secara berkelanjutan, peningkatan kompetensi, serta pembinaan terhadap anggota," ujarnya.
Rakerda IV IWAPI Kalsel mengangkat tema "Sertifikasi, Kolaborasi dan Sinergitas Menjadi Strategi Utama Peningkatan Daya Saing UMKM di Kalimantan Selatan". Forum ini menjadi ruang penyusunan program kerja organisasi untuk periode berikutnya.
Kolaborasi Lintas Pihak Jadi Kunci Pelaku Usaha Perempuan Naik Kelas
Faridah menekankan kolaborasi tidak cukup berhenti di internal organisasi. Pelaku usaha perempuan perlu terhubung dengan dinas koperasi dan UKM, perbankan, serta pelaku pasar agar produk mereka terserap.
Bagi pelaku UMKM di kawasan Banjarbaru dan sekitarnya, sertifikasi juga memudahkan produk masuk ke pengadaan barang dan jasa pemerintah. Syarat itu kerap menjadi penghambat utama usaha rumahan yang belum berbadan hukum.
Gatriwara Kalsel menyatakan akan mendorong anggotanya mengikuti pelatihan dan pendampingan sertifikasi. Langkah itu dinilai lebih efektif dibanding pembinaan yang berhenti pada sosialisasi tanpa tindak lanjut.