Pencarian

Inflasi September Diprediksi 0,33%, Harga Cabai Merah Melonjak 48%

Rabu, 30 September 2026 • 11:52:31 WIB
Inflasi September Diprediksi 0,33%, Harga Cabai Merah Melonjak 48%
Pedagang menata cabai merah di salah satu pasar tradisional.

KALIMANTAN SELATAN — Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data inflasi September dengan median proyeksi bulanan 0,33%, lebih tinggi dari capaian Agustus yang sebesar 0,21%. Lonjakan harga cabai merah di sejumlah daerah, terutama Jawa Timur yang mencapai 48,21%, menjadi salah satu pendorong utama tekanan inflasi bulan ini.

Konsensus yang dihimpun Bloomberg hingga Rabu (30/9/2026) siang menempatkan median proyeksi inflasi bulanan September di angka 0,33%. Angka itu lebih tinggi dibanding realisasi Agustus yang tercatat 0,21% secara month-to-month.

Meski dampak kenaikan harga minyak dunia belum terasa langsung, tekanan harga sudah menjalar ke berbagai barang dan jasa. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok menjadi pemicu utama percepatan laju inflasi bulan ini.

Cabai Merah Jadi Biang Kerok di Daerah

Catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan harga cabai merah naik signifikan sepanjang September. Kenaikan tertinggi terjadi di Jawa Timur, mencapai 48,21%.

Enam provinsi mencatat lonjakan harga cabai merah paling tajam:

  • Jawa Timur: 48,21%
  • Jawa Tengah: 36,72%
  • Banten: 35,89%
  • Maluku Utara: 31,43%
  • Bali: 24,07%
  • Gorontalo: 20,87%

Mengapa Harga Cabai Merah Meledak

Kenaikan harga cabai merah di sejumlah sentra produksi biasanya berkaitan dengan gangguan pasokan, mulai dari cuaca hingga pola tanam yang tidak sejalan dengan musim panen. Lonjakan di Jawa Timur sebagai salah satu pemasok utama nasional berpotensi merembet ke daerah lain yang bergantung pada pasokan dari wilayah tersebut.

Dampak kenaikan harga minyak dunia memang belum langsung terasa, tetapi sudah berpengaruh terhadap harga berbagai barang dan jasa. Biaya transportasi dan distribusi menjadi salah satu jalur transmisi yang memperkuat tekanan harga di tingkat konsumen.

Yang Perlu Dicermati Investor dan Pelaku Usaha

Angka inflasi bulanan yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya menjadi sinyal yang perlu dicermati pelaku pasar. Akselerasi inflasi dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga Bank Indonesia, meski keputusan akhir tetap bergantung pada data resmi BPS.

Bagi pelaku usaha di sektor pangan dan ritel, lonjakan harga cabai merah berdampak langsung pada struktur biaya. Pedagang dan produsen makanan olahan yang bergantung pada cabai sebagai bahan baku akan menghadapi tekanan margin jika kenaikan harga tidak diikuti penyesuaian harga jual.

Menanti Data Resmi BPS

BPS akan merilis data inflasi periode September pada Kamis (1/10/2026). Realisasi inflasi bulanan yang mendekati atau melampaui proyeksi 0,33% akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dan bank sentral dalam menyusun langkah stabilisasi harga ke depan.

Jika proyeksi terwujud, inflasi September akan lebih tinggi dari Agustus yang sebesar 0,21% mtm. Perkembangan harga pangan, terutama cabai merah, akan menjadi variabel kunci yang menentukan arah inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Follow www.kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks