BANJARMASIN — Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan resmi mengoperasikan satu unit bus listrik Trans Banjarbakula pada Kamis (1/10/2026). Armada ini melayani rute dari Terminal Pal 6 Banjarmasin menuju kawasan Simpang 4 dan halte luar kampus Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru.
Bus listrik ini menyasar penumpang di lima wilayah layanan Trans Banjarbakula: Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Selama masa uji coba, hanya satu unit yang beroperasi sebelum armada lain menyusul secara bertahap.
Ukuran Jumbo, Kapasitas 50 Penumpang
Berbeda dari armada Trans Banjarbakula lain yang berukuran sedang, bus listrik ini memakai bodi big bus atau sekitar 2,5 kali ukuran bus Tayo biasa. Kapasitas angkutnya mencapai maksimal 50 penumpang dalam sekali jalan.
Di bagian dalam tersedia 31 kursi penumpang dengan konfigurasi 2-2 dan lima kursi di baris belakang. Seluruh kursi menghadap ke depan, ditambah tiga kursi khusus untuk penyandang disabilitas.
Fasilitas penumpang mencakup bagasi, sejumlah port USB untuk mengisi ulang ponsel atau laptop, serta LED TV yang menampilkan informasi perjalanan. Ada pula tombol stop di dekat pintu yang bisa ditekan penumpang yang ingin turun.
Bodi Bergambar Bekantan hingga Motif Sasirangan
Kepala Dishub Kalsel Fitri Hernadi menyebut bus listrik ini punya keunikan pada desain bodi luarnya. Eksteriornya memadukan warna putih, biru, dan kuning keemasan dengan lukisan sejumlah ikon Kalsel.
Ikon yang ditampilkan antara lain bekantan, Jembatan Sei Alalak atau Jembatan Basit, aktivitas Pasar Terapung, rumah tradisional Banjar, dan motif Sasirangan. Di bagian samping luar juga tertulis "Bus Listrik: Resiliensi Energi, Mobilitas Berkelanjutan".
Tarif Terintegrasi Trans Banjarbakula–Trans Banjarmasin
Dishub Kalsel menyiapkan sistem tarif terintegrasi antara Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin. Penumpang biasa dikenakan tarif Rp5.000, sementara mahasiswa, pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas membayar Rp2.000.
Skema tarif tersebut berlaku menyusul kehadiran armada listrik sebagai moda transportasi darat ramah lingkungan di kawasan Banjarbakula. Tiga armada bus listrik dijadwalkan menyusul secara bertahap setelah masa uji coba satu unit berjalan.