MARTAPURA — Pembakal Desa Awang Bangkal Barat, Pajrul Ripani, menyebut penghargaan tersebut sebagai kebanggaan sekaligus motivasi bagi pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah desa, warga, dan berbagai pihak yang mendukung pengembangan inovasi Desa Bangkit.
Inovasi Desa Bangkit berangkat dari upaya memanfaatkan lahan bekas tambang agar tidak menjadi kawasan terbengkalai. Lahan tersebut diarahkan menjadi kawasan bernilai ekonomi dan dikembangkan sebagai destinasi wisata desa.
Bagaimana Lahan Bekas Tambang Disulap Jadi Destinasi Wisata
Pajrul menjelaskan, konsep Desa Bangkit tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Kawasan itu juga diarahkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui aktivitas wisata dan berbagai potensi usaha di sekitar area.
"Yang kami lakukan adalah bagaimana lahan bekas tambang bisa kita ubah menjadi sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa," katanya.
Pendekatan itu membuat Desa Awang Bangkal Barat dinilai mampu menjawab persoalan lahan pascatambang yang berpotensi terbengkalai. Alih-alih menjadi bekas galian yang telantar, kawasan tersebut kini punya fungsi baru sebagai ruang produktif bagi warga.
INTAN BANJAR 2026 Jadi Wadah Inovasi Daerah
Kompetisi INTAN BANJAR digelar Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida). Ajang ini menjadi wadah mendorong semangat inovasi sekaligus memberikan apresiasi kepada para inovator di daerah.
Kompetisi INTAN BANJAR Tahun 2026 dilaksanakan untuk mendorong lahirnya inovasi yang mampu memberikan solusi serta dampak nyata bagi pembangunan daerah. Inovasi yang dinilai tidak sekadar ide, tetapi juga punya efek langsung ke masyarakat.
Desa Awang Bangkal Barat meraih juara pertama lewat inovasi bertajuk "Desa Bangkit: Transformasi Lahan Bekas Tambang Menjadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Wisata."
Penghargaan Jadi Pemicu, Bukan Tujuan Akhir
Pajrul berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk semakin aktif mengembangkan potensi desa. Menurutnya, capaian itu bukan titik akhir dari upaya pembangunan desa.
"Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi Desa Awang Bangkal Barat agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," ucapnya.
Sebagai pemenang Kompetisi INTAN BANJAR 2026, Desa Awang Bangkal Barat mendapat kesempatan hadir dalam Apel Gabungan Lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar. Kesempatan itu menjadi ruang bagi desa untuk menunjukkan hasil inovasinya di hadapan jajaran pemerintah daerah.