Pencarian

Serial Tante Sonya Angkat Kisah Cinta Perempuan 40-an dari Sudut Pandangnya

Jumat, 02 Oktober 2026 • 19:36:31 WIB
Serial Tante Sonya Angkat Kisah Cinta Perempuan 40-an dari Sudut Pandangnya
Raihaanun memerankan Sonya, perempuan karier 43 tahun, dalam serial Tante Sonya yang tayang di WeTV.

KALIMANTAN SELATAN — Serial Tante Sonya yang tayang di WeTV mengangkat kisah cinta perempuan berusia 40-an dari perspektif perempuannya sendiri, sesuatu yang masih jarang ditampilkan di layar. Raihaanun memerankan Sonya, perempuan karier 43 tahun yang kembali ke Indonesia untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya dan bertemu lagi dengan Ben, pria 14 tahun lebih muda yang diperankan Maxime Bouttier. Sutradara Surya Ardy Octaviand menyebut konflik karakter Sonya bukan sekadar soal asmara, melainkan juga luka batin yang membentuk cara ia mengambil keputusan.

Serial Tante Sonya menghadirkan nuansa berbeda di tengah cerita yang selama ini lebih sering menempatkan perempuan muda atau remaja sebagai tokoh utama. Kisahnya mengikuti Sonya, perempuan karier 43 tahun yang membawa luka hati dari masa lalu dan harus memimpin perusahaan keluarganya yang berada di ambang kebangkrutan.

Di tengah tekanan pekerjaan itu, Sonya bertemu kembali dengan Ben, laki-laki lebih muda yang tak pernah melupakan kebaikannya. Hubungan atasan dan bawahan di kantor membuat keduanya semakin dekat, sebelum berbagai tekanan dan kemunculan orang-orang dari masa lalu mereka menjadi batu sandungan.

Alasan WeTV Mengangkat Perspektif Perempuan 40-an

Febriamy Hutapea, Country Head WeTV Indonesia, menyatakan pihaknya sengaja membawa sudut pandang lain dalam kisah asmara yang jarang diangkat ke layar. Menurutnya, cerita cinta perempuan usia 40-an masih sedikit yang diceritakan langsung dari sisi perempuannya.

"Cerita cinta perempuan usia 40an masih jarang diceritakan dari sudut pandang perempuannya sendiri. Pembahasannya sering langsung tertuju pada status pernikahan atau usia pasangan," tutur Febriamy dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Pernyataan itu menyoroti fenomena di Indonesia soal tekanan yang kerap dialami perempuan dewasa terkait jodoh dan pernikahan. WeTV merujuk penelitian yang dipublikasikan dalam Persona: Jurnal Psikologi Indonesia terhadap 196 perempuan lajang berusia 25–55 tahun, yang menemukan bahwa stereotip negatif dapat menurunkan kesejahteraan psikologis mereka.

Konflik Batin Sonya Bukan Sekadar Soal Asmara

Konflik dalam Tante Sonya tidak berhenti pada hubungan dengan pria yang lebih muda. Ada gejolak batin dalam karakter yang diperankan Raihaanun, berkaitan dengan pengkhianatan yang pernah ia alami.

Surya Ardy Octaviand, sutradara WeTV Original Tante Sonya, menjelaskan bahwa Sonya menyadari perasaannya kepada Ben, tetapi menerima perasaan itu bukan perkara mudah. Ia pernah dikhianati dan kini berhadapan dengan laki-laki yang usianya 14 tahun lebih muda.

"Sonya tahu dirinya punya perasaan kepada Ben, tetapi menerima perasaan itu tidak mudah. Ia pernah dikhianati dan kini berhadapan dengan laki-laki yang usianya 14 tahun lebih muda. Jadi, konflik Sonya bukan soal cinta saja. Ia juga mempertanyakan apakah hubungan ini aman untuk dijalani dan apakah dirinya siap mengambil risiko sekali lagi," ujar Surya Ardy Octaviand.

Pertanyaan yang dihadapi Sonya itu menjadi inti dari konflik batinnya: bukan hanya apakah ia mencintai Ben, tetapi juga apakah ia siap membuka diri setelah pernah terluka. Serial ini tayang di WeTV dan menghadirkan Raihaanun serta Maxime Bouttier sebagai pemeran utama.

Kehadiran Tante Sonya menambah pilihan cerita romansa di platform streaming yang mencoba menyasar penonton di luar segmen remaja, dengan mengangkat pengalaman perempuan dewasa sebagai pusat naratifnya.

Follow www.kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks