Pencarian

TDK Kembangkan Smart Glasses Proyeksi Gambar Langsung ke Retina

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:51:01 WIB
TDK Kembangkan Smart Glasses Proyeksi Gambar Langsung ke Retina
TDK mengembangkan smart glasses yang memproyeksikan gambar langsung ke retina melalui cermin meta-optik setebal 150 nanometer.

KALIMANTAN SELATAN — TDK mengembangkan teknologi smart glasses yang memproyeksikan gambar langsung ke retina mata lewat cermin meta-optik setebal 150 nanometer. Prototipe ini masih menampilkan gambar monokrom, dengan versi warna dan dukungan resolusi hingga 4K sedang disiapkan bersama QD Laser. Teknologi ini berpotensi mengubah cara pengguna melihat navigasi dan notifikasi tanpa terlihat orang sekitar.

Perusahaan asal Jepang TDK sedang menggarap pendekatan berbeda untuk kacamata pintar. Alih-alih menempelkan layar di depan mata, TDK memproyeksikan gambar langsung ke retina pengguna melalui cermin meta-optik super tipis yang bisa ditanam di dalam lensa kacamata.

Kalau smart glasses yang beredar sekarang umumnya mengandalkan kamera, speaker, dan layar kecil di frame, konsep TDK ini menyasar lapisan optiknya. Komponen intinya adalah cermin berukuran nano yang mengarahkan cahaya laser ke retina dari berbagai sudut.

Cermin 150 Nanometer, Lensa Tetap Transparan

Komponen utama teknologi TDK adalah meta-optic mirror dengan ketebalan hanya 150 nanometer. Sebagai gambaran, satu nanometer setara sepersejuta milimeter, jadi cermin ini jauh lebih tipis dari rambut manusia.

Struktur berukuran nano itu bertugas mengarahkan cahaya laser menuju retina pengguna. TDK mengklaim cermin tersebut masih meneruskan sekitar 80 persen cahaya tampak, sehingga lensa kacamata tetap terlihat transparan seperti lensa biasa.

Angka 80 persen itu penting untuk kenyamanan pemakaian sehari-hari. Lensa yang terlalu gelap atau buram akan membuat kacamata pintar sulit dipakai di luar ruangan, terutama saat pengguna butuh melihat lingkungan sekitar.

Privasi Jadi Pembeda dari Layar Konvensional

Karena gambar diarahkan langsung ke retina, informasi yang ditampilkan secara teori hanya bisa dilihat oleh pengguna. Orang di sebelahnya tidak ikut melihat konten yang sama, berbeda dari layar ponsel atau smartwatch yang masih bisa dilirik.

Konsep ini membuka pemakaian untuk navigasi, notifikasi, hingga informasi pekerjaan yang sifatnya privat. Pekerja lapangan atau pengguna yang sering menerima data sensitif bisa membaca tampilan tanpa khawatir terlihat orang lain.

Namun TDK belum membeberkan detail teknis penting seperti tingkat kecerahan, resolusi, field of view, dan konsumsi daya prototipenya. Empat parameter itu biasanya jadi penentu apakah sebuah teknologi display layak diproduksi massal.

Masih Monokrom, Versi Warna Sedang Disiapkan

Prototipe yang ada saat ini baru mampu menampilkan gambar monokrom. TDK sedang mengembangkan versi berwarna menggunakan modul laser RGB yang lebih ringkas, dengan klaim potensi dukungan resolusi hingga 4K.

Pengembangan itu dilakukan bersama QD Laser, perusahaan yang sudah punya teknologi proyeksi retina dan sejumlah paten terkait. Keduanya tengah menyiapkan sumber cahaya RGB serta optical engine untuk smart glasses generasi berikutnya.

Kolaborasi ini masuk akal karena proyeksi retina butuh kontrol presisi pada sumber laser. QD Laser membawa pengalaman di bidang tersebut, sementara TDK menyumbang keahlian di komponen meta-optik dan material.

Kapan Teknologinya Bisa Dilihat Publik

Prototipe teknologi ini dijadwalkan tampil di CEATEC 2026 Jepang mulai 13 Oktober, lalu berlanjut ke Electronica 2026 pada November mendatang. Dua ajang itu jadi kesempatan pertama bagi publik dan pelaku industri melihat wujud aslinya.

Belum ada keterangan soal jadwal produksi massal, mitra manufaktur, atau perkiraan harga. Untuk konteks pasar Indonesia, teknologi semacam ini biasanya butuh beberapa tahun lagi sebelum masuk ke perangkat konsumen yang dijual bebas.

Smart glasses proyeksi retina TDK paling relevan buat pengguna yang menunggu perangkat wearable dengan tampilan privat dan bentuk senatural kacamata biasa. Kalau versi warna dan 4K benar terealisasi, teknologi ini bisa jadi fondasi generasi kacamata pintar berikutnya.

Follow www.kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gadget.jagatreview.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks