Pencarian

Pemkab Tabalong Gelontorkan Rp15 Miliar untuk Seragam Gratis, Ratusan Penjahit Lokal Kebagian Proyek

Jumat, 09 Oktober 2026 • 11:46:01 WIB
Pemkab Tabalong Gelontorkan Rp15 Miliar untuk Seragam Gratis, Ratusan Penjahit Lokal Kebagian Proyek
Pemkab Tabalong menggelar rapat kesiapan teknis program seragam gratis di Pendopo Bersinar, Pembataan.

TANJUNG — Pemkab Tabalong mematangkan kesiapan teknis program seragam gratis di Pendopo Bersinar, Pembataan. Rapat tersebut membahas alokasi bantuan untuk seluruh siswa jenjang PAUD/TK, SD Negeri, dan SMP Negeri di wilayah itu. Jenis bantuan yang akan didistribusikan mencakup seragam nasional serta baju seragam Jumat.

Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani menegaskan pengadaan seragam tidak dilelang ke satu perusahaan besar. Dana Rp15 miliar disalurkan langsung ke ratusan penjahit lokal yang memenuhi syarat administratif.

Rincian Harga Seragam per Jenjang Pendidikan

Penetapan harga mengacu pada hasil survei harga dan spesifikasi yang dilakukan Pemkab. Untuk jenjang PAUD, satu set seragam dipatok Rp250 ribu, meliputi lambang, peci atau kerudung, dan dasi. Bahan yang digunakan adalah kain oxford untuk baju dan katun poliester untuk celana.

Jenjang SD ditetapkan Rp275 ribu per set dengan kelengkapan lambang, topi, dasi, dan gesper. Bahan baju memakai kain oxford, sedangkan celana menggunakan american drill. Spesifikasi serupa berlaku untuk jenjang SMP dengan alokasi harga Rp300 ribu.

Baju seragam Jumat untuk siswa SD dipatok Rp125 ribu dan SMP Rp140 ribu. Keduanya menggunakan bahan katun poliester yang dilengkapi lambang "Tabalong SMART".

Penjahit Wajib Kantongi KTP Tabalong dan SKU Desa

Pemkab menerapkan syarat ketat agar program ini benar-benar dinikmati warga lokal. Penjahit yang dilibatkan wajib memiliki KTP Kabupaten Tabalong dan Surat Keterangan Usaha dari desa atau kelurahan setempat.

Rifani menyebut kebijakan ini sebagai strategi memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah. Menurutnya, perputaran uang di tingkat UMKM menjadi prioritas utama program.

"Ini adalah bagian dari upaya kita agar pendapatan para pelaku UMKM, khususnya penjahit lokal, bisa meningkat. Pengadaan seragam gratis ini kita serahkan langsung kepada penjahit lokal, tidak dilelang ke satu perusahaan besar. Ada sekitar Rp15 miliar dana yang akan berputar di UMKM kita," ujar Bupati Tabalong.

Label Merek Sendiri Jadi Ajang Promosi Penjahit

Selain dampak ekonomi, program ini dirancang sebagai ruang promosi bagi para penjahit. Pemkab memberi keleluasaan kepada penjahit untuk memasang label merek mereka sendiri pada seragam yang diproduksi.

"Kalau mereka menghasilkan produk yang berkualitas, otomatis orang akan langsung memesan ke depannya. Ini cara kita memajukan UMKM agar dikenal luas, baik di seluruh Tabalong maupun di luar daerah," tambahnya.

Pengawasan melekat dilakukan Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Tabalong. Kedua instansi bertanggung jawab memastikan kualitas jahitan dan ketepatan waktu penyelesaian seragam.

Sekolah Diminta Validasi Data Siswa Penerima

Bupati menginstruksikan pihak sekolah proaktif mengawal program ini. Sekolah diminta berkoordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan validitas data siswa penerima dari TK hingga SMP.

"Sekolah harus memastikan datanya valid, misalnya butuh 100 seragam, laporkan datanya dengan benar. Kemudian, sekolah juga harus berkoordinasi dengan penjahit lokal setempat untuk memantau kualitas jahitan, kesesuaian jumlah, dan ketepatan waktu. Jangan sampai terlambat atau kualitasnya tidak sesuai," tegas Bupati.

Program ini diharapkan membawa dampak sosial positif bagi warga Tabalong. Beban ekonomi orang tua murid berkurang, sementara keseragaman kualitas kain dinilai dapat menekan kesenjangan sosial antar-siswa.

Follow www.kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metro7.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks