BANJARMASIN — Rumah Sakit Amanah Medical Centre menggandeng BPJAMSOSTEK untuk meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi kecelakaan kerja. Lewat kegiatan bertajuk "A Safe and Healthy Working Environment", peserta dari berbagai sektor mendapat pelatihan langsung tentang penanganan pertama cedera kerja, Jumat (pekan ini).
Direktur Amanah Medical Centre, Hestri Diah Rokhmani, menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan pertolongan pertama menjadi faktor krusial dalam mencegah dampak buruk jangka panjang bagi pekerja. Kolaborasi antara rumah sakit, BPJAMSOSTEK, dan pelaku usaha dinilai perlu terus diperkuat, tidak hanya lewat edukasi tetapi juga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
"Kami percaya bahwa lingkungan kerja yang aman dan sehat harus dibangun melalui kolaborasi yang kuat antara fasilitas pelayanan kesehatan, BPJAMSOSTEK, dan dunia usaha. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dalam memberikan penanganan pertama pada kecelakaan kerja sehingga risiko kecacatan maupun komplikasi dapat diminimalkan," ujarnya.
Para peserta yang terdiri dari unsur human resources development (HRD), health, safety and environment (HSE), serta dokter perusahaan mendapatkan materi dari dua spesialis. dr. Muhammad Ichwan Noorrafiqi, Sp.OT, memaparkan penanganan trauma muskuloskeletal, sementara dr. Audi Ardansyah, Sp.BS., Subsp.N-Vas (K), membahas langkah penanganan cedera kepala.
Sesi diskusi dipandu oleh dr. Rohmantuah Trada Purba, Sp.An-TI, yang memfasilitasi tanya jawab seputar kasus-kasus di lapangan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah sistem rujukan yang cepat dan tepat agar pekerja memperoleh layanan medis optimal sesuai tingkat kedaruratan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi rumah sakit sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) bersama BPJAMSOSTEK. Selain meningkatkan kompetensi peserta, acara ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara rumah sakit, BPJAMSOSTEK, dan perusahaan mitra.
Hestri menambahkan, komunikasi yang efektif antar lembaga sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Dengan koordinasi yang baik, proses penanganan hingga pemulihan pekerja bisa berjalan lebih cepat dan terintegrasi.
Acara ini turut dihadiri Owner Amanah Medical Centre, H. Imam Abror dan Hj. Sunarti Imam Abror. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi dengan BPJAMSOSTEK dalam penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kalimantan Selatan.
Sinergi ini diharapkan mampu mendorong perusahaan-perusahaan di Banjarmasin dan sekitarnya untuk lebih siap menghadapi risiko kecelakaan di tempat kerja. Pada akhirnya, keselamatan pekerja menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar-tawar.