BANJARBARU — Gangguan pasokan listrik dilaporkan terjadi di sejumlah titik di kawasan Lambung Mangkurat dan Paringin pada hari ini. Pemadaman yang berlangsung di tengah aktivitas warga ini memicu keluhan, terutama dari pelaku usaha yang mengandalkan pasokan listrik stabil untuk operasional harian mereka.
Belum ada pernyataan resmi dari PT PLN (Persero) terkait penyebab pasti dan durasi pemadaman di kedua wilayah tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, gangguan diduga kuat berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel dalam beberapa hari terakhir.
Di Banjarbaru, kawasan yang masuk dalam zona Lambung Mangkurat seperti Cempaka dan sekitarnya menjadi titik yang paling banyak dikeluhkan warganya. Sementara itu, di Paringin, sejumlah pelanggan rumah tangga dan fasilitas umum ikut merasakan dampak pemadaman serupa.
Seorang warga mengaku kesulitan menjalankan usahanya lantaran aliran listrik yang padam sejak pagi. "Kami terpaksa menunda produksi karena mesin tidak bisa beroperasi," ujarnya saat dihubungi secara daring, Minggu siang.
Faktor cuaca memang menjadi momok bagi jaringan listrik di Kalsel. Hujan deras disertai angin kencang kerap menyebabkan pohon tumbang dan menimpa kabel jaringan, sehingga memicu gangguan listrik secara mendadak.
Kondisi ini diperparah dengan kontur wilayah berbukit di sebagian daerah Paringin yang membuat proses perbaikan jaringan menjadi lebih lambat dan menantang bagi petugas lapangan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi selama masa pemulihan berlangsung. Mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan menjadi langkah awal yang penting untuk mencegah kerusakan saat listrik kembali menyala.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lanjutan dari pihak terkait mengenai estimasi waktu normalisasi. Warga diharapkan terus memantau informasi resmi dari akun media sosial atau aplikasi PLN Mobile untuk mendapatkan perkembangan terbaru.