KALIMANTAN SELATAN — Uji komparasi kali ini mempertemukan dua sedan Jerman dengan mesin enam silinder. Audi A6 2026 yang sepenuhnya baru menghadapi BMW 540i yang sudah lebih dulu hadir sejak 2024. Keduanya sama-sama mengusung penggerak semua roda, tapi pendekatan teknisnya berbeda.
Audi hanya menyediakan satu pilihan powertrain untuk A6 terbaru: mesin V-6 3.0 liter turbo bertenaga 362 hp yang dipadukan transmisi kopling ganda tujuh percepatan. BMW menawarkan varian lebih banyak pada seri 5, namun 540i dengan 375 hp menjadi tandingan paling seimbang.
Harga Opsi Membengkak, Selisih Rp 58 Juta di Jalanan
Masalah utama kedua mobil ini bukan harga dasar, melainkan daftar opsi yang menggelembungkan total biaya. Unit BMW 540i yang diuji dibanderol USD 81.300, sementara Audi A6 Prestige melonjak ke USD 84.970—lebih mahal Rp 58 juta dari rivalnya.
Paket opsi BMW senilai USD 12.150 mencakup fitur keselamatan Level 2, kursi berpemanas, dan paket M Sport dengan pelek 21 inci. Audi membanderol paket Prestige USD 8.100 plus paket desain eksklusif USD 9.400 yang sebagian besar hanya kosmetik.
Desain Eksterior: Antara Lupa dan Kesan Murahan
Jujur saja, kedua mobil ini gagal memberikan kesan mewah yang sepadan dengan harga jualnya. Audi A6 terlihat seperti facelift dari generasi sebelumnya—desainnya aman namun mudah dilupakan. Warna biru Firmament pada unit tes justru menyembunyikan detail lekukan bodi yang sebenarnya menarik jika dilihat dari sudut tiga perempat belakang.
BMW 540i mengambil pendekatan berbanding terbalik. Desainnya justru terlalu ramai dan terkesan tidak padu, terutama dengan body kit M Sport yang terasa seperti aksesori tambal sulam. Proporsi dasarnya bagus, tapi detail-detail kecilnya membuat tampilan keseluruhan seperti produk tiruan.
Kabin Penuh Layar yang Justru Terkesan Murah
Interior kedua mobil sama-sama didominasi layar, tapi eksekusinya berbeda. Audi memasang tiga layar sekaligus: cluster digital 11,9 inci, layar infotainment 14,5 inci, dan layar penumpang 10,9 inci. Sayangnya, penggunaan piano black yang berlebihan dan rumah layar yang terlalu besar membuat kabin terlihat murahan.
BMW memilih layar melengkung ganda 12,3 inci dan 14,9 inci yang menempel seperti monitor tambahan. Trim kayu oak yang terlalu gelap hampir menyerupai plastik piano black, dan kontrol kaca untuk scroller infotainment terkesan norak.
Infotainment: Sentuhan Lebih Intuitif dari Audi
Meski tampilannya kurang meyakinkan, sistem infotainment Audi justru lebih mudah digunakan. Semua kontrol mengandalkan layar sentuh tanpa tombol fisik untuk AC, namun menu yang ditampilkan sederhana dan intuitif. BMW menawarkan pengontrol fisik di konsol tengah, tapi submenu yang berbelit membuat pengoperasian fitur dasar pun terasa rumit.
Pengaturan jarak adaptive cruise control saja harus dicari di dalam menu layar tengah yang tidak bisa diakses lewat controller fisik. Dua pendekatan berbeda, dan kemudahan penggunaan justru dimenangkan Audi yang lebih sederhana.
Verdict: Kenyamanan Audi vs Karakter BMW
Berkendara dengan A6 memberikan kesan paling meyakinkan berkat suspensi udara yang empuk dan dinamika berkendara yang menyenangkan. Namun powertrain-nya terasa belum halus sempurna. BMW menawarkan tenaga lebih besar, tapi tampilan dan pengalaman penggunanya meninggalkan kesan kurang premium.
Pada akhirnya, pilihan kembali pada prioritas: Audi A6 untuk mereka yang mengutamakan kenyamanan berkendara, atau BMW 540i untuk yang mencari tenaga lebih besar. Keduanya sama-sama sulit direkomendasikan jika melihat harga akhir yang harus dibayar.