Pencarian

Suara Mahasiswa Undip dari Alor Didengar Mentan, Program Pompanisasi Langsung Dijanjikan ke NTT

Minggu, 09 Agustus 2026 • 09:27:01 WIB
Suara Mahasiswa Undip dari Alor Didengar Mentan, Program Pompanisasi Langsung Dijanjikan ke NTT
Mentan Andi Amran Sulaiman mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa Undip asal Alor, Adriano Padama, terkait kebutuhan pompanisasi untuk lahan pertanian di NTT.

KALIMANTAN SELATAN — Kebuntuan petani di Kabupaten Alor soal air untuk lahan pertanian akhirnya sampai juga ke telinga pejabat tertinggi di Kementerian Pertanian. Bukan lewat audiensi formal, melainkan melalui keberanian seorang mahasiswa yang memilih bersuara untuk kampung halamannya.

Adriano Padama, putra daerah asal Alor yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro, menyampaikan langsung keluhan petani setempat kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Langkahnya tidak sia-sia. Amran memberi apresiasi khusus dan menjanjikan solusi konkret, bukan sekadar janji manis.

Pompanisasi Jadi Andalan untuk Lahan Kering Alor

Respons Mentan atas aspirasi Adriano berujung pada rencana aksi yang menyasar masalah utama pertanian di Alor: ketersediaan air. Wilayah dengan kontur lahan kering ini selama ini kesulitan mengoptimalkan lahan karena ketergantungan pada musim hujan.

Program yang dijanjikan adalah percepatan pompanisasi. Langkah ini diyakini mampu menjawab kebutuhan air para petani secara cepat, terutama di area yang selama ini tidak terjangkau saluran irigasi. Kehadiran pompa menjadi titik awal untuk meningkatkan indeks pertanaman di daerah tersebut.

"Kami siap turun langsung ke lapangan untuk memastikan program ini berjalan," demikian penegasan yang tersirat dari respons Amran, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani keluhan yang disuarakan Adriano.

Mahasiswa Jadi Jembatan Aspirasi Daerah Terpencil

Peran Adriano dalam kasus ini menyoroti celah komunikasi yang kerap terjadi antara pemerintah pusat dan daerah terluar. Sering kali, persoalan di wilayah seperti Alor tenggelam oleh isu-isu nasional yang lebih besar.

Adriano memanfaatkan posisinya sebagai akademisi untuk menjadi penghubung. Ia tidak hanya menyampaikan masalah, tetapi juga membuka jalan bagi solusi. Apresiasi dari Mentan menjadi sinyal bahwa aspirasi dari kalangan mahasiswa, khususnya yang membawa isu daerah asal, mendapatkan tempat di birokrasi.

Tindak lanjut dari janji ini akan dinantikan para petani Alor. Mereka berharap program pompanisasi tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar mengalirkan air ke sawah dan ladang, mengubah wajah pertanian di ujung timur Indonesia itu.

Follow www.kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks